Selasa, 21 April 2009

Sang Pemimpi

Biarlah Angan mudaku kan Berlalu pilu
Kutebas keramaian hati
Kubongkar gemerlap cahaya Lembut
Di Sinilah aku berdiri dalam Perihnya Emosi

Khayal Tinggi hanya milik kalangan Borjuis
Mimpi indah selalu memihak pada bangsawan
Sedang aku yang seorang jelata
Selalu Mengalah pada nasib yang memilihku

Aku berteriak
Melepas segala penat maya impiku
Malam bisu adalah saksi
Dari tragedi Lunturnya asa Rakyat Jelata

Akulah sang pemimpi
Berharap meraih gmerlap taburan bintang di hari esok
Mengemis sisa-sisa tempat dari mereka
Memungut Puing-puing harapan dari kereta kencana

Akulah sang mata maya impian
Akulah sang laskar harapan
Meski cita-citaku begitu rumit
Meski begitu keruh peluang
Aku tak takut untuk tetap menjadi laskar mimpi
Karena dengan mimpi aku bertindak
Karena aku percaya, esok aku mampu mewujudkannya menjadi nyata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar